Mengapa Geosentra? Mitra Terpercaya untuk Solusi yang Nyata
Kami tahu bahwa penolakan perizinan akibat kesalahan klasifikasi lahan sangat merugikan bisnis Anda. PT. Geosentra Konsultan Indonesia hadir sebagai pemandu Anda dalam memetakan tutupan lahan secara terstandarisasi. Sebagai mitra strategis bagi ratusan perusahaan nasional, kami menjamin akurasi interpretasi citra yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan auditor lingkungan dan regulator.
Tim geospasial Geosentra telah melayani perusahaan-perusahaan di sektor Pertambangan, Manufaktur, Perkebunan, dan Infrastruktur dengan metodologi pemetaan tutupan lahan yang mengacu pada standar nasional dan internasional. Tim kami menguasai teknik klasifikasi citra multispektral (Supervised Classification dengan Maximum Likelihood dan Random Forest), analisis NDVI, dan integrasi hasil klasifikasi ke dalam peta tematik yang memenuhi standar KLHK dan BIG.
Kami melakukan klasifikasi tutupan lahan secara menyeluruh sesuai sistem klasifikasi nasional SNI 7645:2010 dan sistem KLHK, meliputi seluruh kelas: Hutan Primer, Hutan Sekunder, Hutan Tanaman, Semak Belukar, Padang Rumput, Lahan Pertanian (Sawah, Ladang, Tegal), Perkebunan, Permukiman (Kawasan Perkotaan dan Perdesaan), Kawasan Industri, Badan Air (Danau, Sungai, Waduk), Lahan Terbuka, dan Area Tambang Terbuka.
Sumber data citra yang kami gunakan disesuaikan dengan kebutuhan resolusi dan anggaran proyek: Citra Resolusi Tinggi (Pleiades Neo 0,3 m, WorldView-3 0,3 m, SPOT-7 1,5 m) untuk kawasan proyek skala kecil-menengah yang memerlukan akurasi tinggi; Sentinel-2 (10 m, bebas biaya) dan Landsat 8/9 (30 m) dari Google Earth Engine untuk kawasan luas yang memerlukan analisis perubahan tutupan lahan multitemporal. Seluruh hasil klasifikasi divalidasi akurasinya menggunakan matriks konfusi dengan target Overall Accuracy minimal 85% sesuai standar KLHK.